7 Mitos dan Fakta Smartphone yang Perlu EVers Ketahui

Zaman sekarang, hampir semua orang sudah menggunakan ponsel pintar alias smartphone. EVers pun demikian, bukan? Smartphone memfasilitasi berbagai aplikasi yang sangat memudahkan pemenuhan kebutuhan masyarakat modern di zaman ini. Tapi, kecanggihan smartphone memang nggak terlepas dari berbagai mitos smartphone yang kadang membingungkan.

Apa saja contoh-contoh mitos smartphone tersebut, dan bagaimanakah fakta yang sebenarnya? Yuk simak kelanjutan artikel ini!

Baca juga: 7 Permasalahan Umum pada Smartphone dan Cara Mengatasinya!


Mitos Smartphone dan Faktanya

1. Banyak Aplikasi Berjalan = Pemborosan Baterai

mitos smartphone
Sumber: Raúl Rosso

Membiarkan banyak aplikasi berjalan di background smartphone dipercaya dapat menyebabkan performa smartphone-mu menjadi lemot. EVers pun dianjurkan untuk menon-aktifkan aplikasi-aplikasi tersebut ataupun melakukan force stop melalui application manager.

Faktanya, aplikasi yang berjalan di background tersebut malah bertujuan untuk mempermudah EVers untuk berpindah dari aplikasi satu ke aplikasi yang lain dengan cepat. Bahkan, terdapat beberapa aplikasi yang memang harus dijalankan agar sistem Android EVers dapat beroperasi dengan sempurna.

2. Semakin Besar RAM = Performa Semakin Cepat

mitos smartphone
Sumber: Google Play

Ada sebagian orang yang beranggapan dengan menambah kapasitas RAM akan membuat smartphone yang mereka miliki tidak lemot. Apakah hal ini benar?

Pada dasarnya, penggunaan RAM suatu aplikasi itu sama saja. Saat menggunakan suatu aplikasi, RAM yang digunakan akan sesuai dengan kebutuhan untuk menjalankan aplikasi tersebut saja. Pengaruh RAM hanya akan terasa pada proses saat menjalankan banyak aplikasi.

Dan juga, komponen utama lain yang mempengaruhi kecepatan pengoperasian smartphone adalah prosesor. Jadi, akan percuma RAM berukuran besar jika prosesor tidak menunjang.

Baca juga: 5 Aplikasi untuk Atasi Masalah Smartphone Lemot

3. Mematikan GPS, Wi-Fi, dan Bluetooth Daya Baterai Lebih Hemat

mitos smartphone
Sumber: mddwebboy

Jika memang digunakan, GPS, Bluetooth, dan Wi-Fi memang akan mengurangi energi baterai sebagai sumber daya untuk menjalankan fungsi mereka. Namun saat tidak digunakan, fitur-fitur tersebut tidak akan menyedot banyak daya baterai.

Yang perlu dikhawatirkan adalah menyalakan Bluetooth dan Wi-Fi di tempat-tempat ramai. Hal ini disebabkan karena adanya kemungkinan hacker menyusup ke smartphone-mu, dan dapat saja menyebarkan virus.

4. Resolusi Kamera = Kualitas Kamera

mitos smartphone
Sumber: Highsnobiety

Mega piksel kamera sering dijadikan standar kualitas dari kamera smartphone. Konsumen pun akan cenderung mencari smartphone yang memiliki mega piksel tinggi dengan harapan foto yang dihasilkan kameranya akan lebih bagus.

Kenyataannya, yang mempengaruhi bagus atau tidaknya gambar yang diambil kamera smartphone adalah lensa, sensor, dan prosesor pengolah gambar smartphone tersebut. Jadi periksalah apakah kamera tersebut sudah dilengkapi fitur seperti auto-fokus, LED Flash, ataupun fitur penunjang fotografi lainnya, handphone yang terbaru yang mengandalkan sisi kamera ada lah winner y selfie plus yang baru saja di perbaharui setelah sukses dengan produk pertamanya winner y selfie. banyak perbedaan winner y selfie dan winner y selfie + yang dapat anda ketahui dengan mengunjungi situs resmi evercoss.

5. Smartphone Android Banyak Virusnya

mitos smartphone
Sumber: Epi Kusnara

Pernyataan ini nggak sepenuhnya salah karena Android memang dibuat dengan lisensi Open Source sehingga celah-celah keamanan lebih mudah ditemukan. Namun demikian, hal ini tidak berarti smartphone Android memiliki banyak virus, akan tetapi lebih rentan terkena virus.

Di sisi lain, banyak atau tidaknya virus di suatu smartphone sebenarnya bergantung pada penggunanya sendiri. Jika EVers sering teledor dengan meng–install aplikasi-aplikasi di luar Play Store, melakukan rooting, dan mengoprek sistem Android yang EVers miliki, smartphone tentunya akan jauh lebih mudah terserang virus.

6. Radiasi Smartphone dapat Menyebabkan Kanker Otak

mitos smartphone
Sumber: Lloyd Burrell

Pernah mendengar mitos bahwa penggunaan smartphone, terutama jika EVers terlalu sering menempelkannya di dekat telinga ketika menerima telepon, akan memicu pertumbuhan sel kanker di otak? Jika ya, maka EVers nggak perlu khawatir lagi mengenai hal ini.

Awalnya, mitos ini muncul akibat kekhawatiran bahwa radiasi elektromagnetik dari ponsel akan memicu pertumbuhan sel kanker di otak. Namun, sebuah penelitian di Australia menunjukkan bahwa kedua hal tersebut tidak berkorelasi satu sama lain.

Penelitian tersebut membuktikan bahwa sejak tahun 1982 hingga 2013, kasus kanker otak pada wanita relatif stabil, sedangkan pada pria terjadi peningkatan. Namun peningkatan tersebut hanya terjadi pada pria di atas 70 tahun yang menunjukkan waktu sebelum tahun 1982, dan pada saat itu belum tersedia ponsel untuk kalangan umum.

7. Radiasi Smartphone dapat Menyebabkan Kemandulan

mitos smartphone
Sumber: Huffington Post

Mitos smartphone satu ini muncul akibat banyak yang beraggapan panas yang dikeluarkan dari Smartphone yang disangka disebabkan oleh gelombang radio. Padahal, panas tersebut disebabkan oleh reaksi kimia pada baterai yang digunakan.

Gelombang radio yang dihasilkan oleh smartphone merupakan gelombang elektromagnetik panjang yang membawa sedikit energi, tidak seperti gelombang sinar X yang memang dapat merusak sel, bahkan jaringan tubuh. Jadi, gelombang radio tidaklah berbahaya bagi sterilitas.

Baca juga: 6 Tindakan Pertama saat Smartphone Kena Air dari Avery


Itulah beberapa contoh mitos yang beredar seputar smartphone. Ternyata, gak semua mitos itu sepenuhnya benar. Sebagai pengguna smartphone, EVers juga harus pintar dalam mengolah informasi.

Periksalah lebih detail spesifikasi smartphone EVERCOSS yang EVers miliki dan sesuaikan dengan kebutuhan, ya!

Share This:

2 Comments

  1. min bagusan winner y smart atau winner y selfie plus?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

© 2017 Evercoss Blog

Theme by Anders NorenUp ↑