Jatuh pada tanggal 11 Mei mendatang, Waisak merupakan hari raya umat Budha yang juga ditetapkan sebagai hari libur nasional, loh! Walaupun ada dari EVers tidak merayakan Waisak, nggak ada salahnya kan mengenal lebih banyak fakta Waisak yang mungkin belum kamu tahu. Yuk kita simak 7 fakta Waisak dibawah ini!

Baca juga: 5 Aplikasi Android Gratis untuk Belajar Bahasa Asing


Fakta Waisak!

1. Berasal dari Nama Bulan

fakta waisak
Sumber: Will Rawls

Sebagai hari raya paling besar dan bermakna bagi umat Budha, ternyata kata ‘Waisak’ berasal dari bahasa Sansekerta yaitu ‘Vaisakha’ atau di dalam bahasa pali disebut ‘Vesakha’.

‘Vesakha’ sendiri berasal dari nama bulan dalam kalender Budhis yang biasanya jatuh pada bulan Mei pada kalender Masehi atau kalender yang kita pakai sekarang ini.

2. Memperingati Tiga Peristiwa Penting

fakta waisak
Sumber: Recent posts

Tahukah kamu EVers, kalau ternyata hari raya Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam sejarah kehidupan sang Budha.

Tiga peristiwa penting ini adalah saat kelahiran Pangeran Siddharta Gautama di Taman Lumbini, Pangeran Siddharta mencapai penerangan sempurna di bawah pohon Bodhi, dan wafatnya sang Budha di Kusinara.

Makanya kalau lain kali EVers mendengar ada yang menyebut Waisak sebagai Trisuci Waisak, EVers nggak usah bingung lagi ya!

3. Tanggalnya Selalu Berbeda-beda

fakta waisak
Sumber: Aceh Raya

Fakta Waisak selanjutnya adalah tanggal peringatannya. Apakah EVers pernah penasaran mengapa Waisak jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya? Di mana kalau tahun lalu, Waisak jatuh pada 22 Mei, sedangkan pada tahun ini tanggal 11 Mei?

Kalau ya, itu karena Waisak dirayakan pada hari ke-8 bulan ke-4 penanggalan lunar Cina yang pastinya berbeda dengan penanggalan Masehi yang kita pakai sekarang ini. Makanya perayaan Waisak jadi jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya.

Oya, ternyata ada aplikasi penanggalan kalender lunar bernama Chinese Calendar dimana umat Budha bisa nge-track tanggal-tanggal hari raya seperti imlek, Waisak, Kathina Puja, dan lainnya.

4. Selalu Jatuh Pada Bulan Purnama

fakta waisak
Sumber: Jejak-jejak yang Terserak

Disesuaikan dengan penanggalan bulan (lunisolar calendar), tanggal jatuhnya Waisak selalu berbeda-beda setiap tahunnya.

Namun, satu hal yang pasti adalah Waisak selalu jatuh pada malam bulan purnama atau full moon. Makanya, kalau EVers ingin melihat bulan purnama, lihat saja pada malam Waisak nanti!

5. Ritual Memandikan Rupang Budha

fakta waisak
Sumber: Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu TBSN

Dengan menyiramkan air suci ke rupang Budha, kegiatan ini melambangkan awal yang baru dalam kehidupan.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pesan penting bahwa mudah untuk membersihkan kotoran fisik, namun sulit untuk membersihkan kekotoran batin seperti keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin.

So, bagi umat Budha, kegiatan yang sederhana ini memiliki makna yang cukup penting sebagai pengingat untuk membersihkan pikiran dari keserakahan dan kebencian.

6. Ritual ‘Pindapatta

fakta waisak
Sumber: Pubbarama Buddhistcentre

Selain merayakan Waisak dengan ritual memandikan rupang Budha, para umat juga melakukan ritual ‘pindapatta’ loh EVers. ‘Pindapatta’ sendiri berasal dari bahasa Pali yang mempunyai arti menerima persembahan makanan.

Jadi, para biksu akan berjalan kaki dengan kepala tertunduk sambil membawa mangkok makanan untuk memperoleh dana makanan dari umat.

Makna ritual ‘pindapatta’ untuk para biksu adalah untuk melatih hidup sederhana dan belajar menghargai pemberian orang lain. Sedangkan bagi umat Budha, ritual ini merupakan lahan untuk menanam kebajikan dan berbuat baik.

7. Pelepasan Lampion

fakta waisak
Sumber: Kompas

EVers pernah tidak melepaskan lampion yang sudah ditulis harapan-harapan lalu diterbangkan ke atas?

Sama halnya dengan itu, pelepasan lampion dalam prosesi upacara Waisak ini juga mempunyai arti pengharapan umat Budha untuk keadaan yang lebih baik lagi. Biasanya para umat akan memanjatkan doa untuk diri sendiri, keluarga, bahkan negara sebelum melepaskan lampion ke udara.

Baca juga: Rayakan Imlek Melalui Smartphone-mu dengan 5 Cara Ini!


EVers kini jadi makin paham bukan mengenai perayaan terbesar umat Budha satu ini? Jika EVers perhatikan, inti dari perayaan ini adalah untuk mengenang kebajikan sang Budha dan juga ikut menebarkan kebajikan di Dunia. So, yuk mulai tingkatkan kebajikan kita dalam kegiatan sehari-hari!

Selamat hari raya Waisak!

Share This: