4 Perangkat Ini Juga Bisa Berguna di Bidang Pendidikan

Kemajuan teknologi informasi berlaku untuk siapa saja. Bukan hanya bagi pekerja untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga untuk para guru, pelajar, atau mahasiswa, dalam memaksimalkan kegiatan belajar-mengajar.

Di kelas, sejumlah sekolah mulai mengubah atau setidaknya dalam masa transisi memanfaatkan perangkat teknologi dan internet untuk membuat pelajar/mahasiswa melek digital, memahami konten yang berguna untuk dirinya, dan menggiring teknologi ke arah yang positif.

EVers tentu melihat hampir di segala sektor saat ini telah memiliki situs web sebagai media informasi. Sekolah atau kampus EVers mungkin juga telah memanfaatkan teknologi internet untuk mengirim informasi ke pelajar, catatan nilai, mengunggah tugas, mengatur diskusi online, sampai memeriksa plagiarisme.

Langkah ini perlu dilakukan sekolah sampai kampus untuk mempersiapkan anak didik dengan keterampilan abad 21 yang diperlukan dunia kerja atau kewirausahaan hari ini.

Untuk mencapai semua itu, ada sejumlah alat yang bisa dimanfaatkan guru dan siswa dalam proses belajar di kelas maupun di rumah. Alat-alat ini bisa dipakai untuk menggantikan alat tradisional, sekaligus membawa pelajar lebih kolaboratif dan kreatif, juga menyenangkan.

1. Headset Virtual Reality

gadget untuk pendidikan

Sejak Google membuat kacamata yang terbuat dari kardus atau populer disebut headset Cardboard, konten realitas virtual atau virtual reality kini tidak hanya dipenuhi oleh konten game. Ketersediaan alat Carboard yang terbilang murah, memungkinkan siapa saja membuat konten atau aplikasi virtual reality, tak terkecuali para.

Diyakini sudah ada lebih dari 100 ekspedisi kerja sama sejumlah pihak dalam membuat konten atau aplikasi virtual reality untuk pendidikan. Misalnya, akademisi dari Amerika Serikat dan The Planetary Society membuat aplikasi virtual reality yang memberi informasi tentang planet-planet dalam tata surya kita.

Begitu juga dengan American Museum of Natural History yang membuat aplikasi untuk melihat benda-benda sejarah dan pra sejarah yang dapat dilihat melalui aplikasi virtual reality.

Cara mengemas pendidikan tentang planet dan benda sejarah melalui konten virtual reality ini bisa membuat siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan tidak membosankan.

Saat ini sudah banyak Carboard yang bisa EVers beli di toko online maupun toko fisik, harganya mulai dari Rp 89.000. Kabar baiknya, smartphone EVERCOSS One X yang berbasis Android One, telah mendukung aplikasi virtual reality berkat keberadaan Sensor Gyroscope.

Baca juga: Menikmati Konten Virtual Reality dengan EVERCOSS One X dan Cardboard

2. Ponsel Pintar

gadget untuk pendidikan

Bentuk ponsel pintar (smartphone) yang pas dalam genggaman memudahkan siswa meraih akses yang cepat terhadap ilmu pengetahuan.

Terlebih dengan sudah tersedianya jaringan 4G LTE di Indonesia, siswa bisa browsing internet, mengirim tugas, menyimpan dokumen di layanan komputasi awan (cloud computing), dan aktivitas lain dengan lebih cepat dari smartphone untuk kegiatan belajar mengajar.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, produsen perangkat mobile nasional EVERCOSS pada akhir 2015 lalu telah meluncurkan dua produk smartphone yang mendukung 4G LTE. Dua smartphone itu adalah EVERCOSS Elevate Y3+ dan Winner T3.

Elevate Y3+ sangat cocok untuk para mahasiswa yang butuh akses internet dalam membantu menyelesaikan tugas kuliah, dan tidak membuat kantung kempis karena harganya sangat masuk akal, Rp 1.599.000. Di sisi lain Winner T3 sangat cocok untuk para pelajar karena perangkat tersebut dibanderol dengan harga terjangkau, Rp 999.000, dan didukung oleh fitur fotografi yang baik.

Pemanfaatan smartphone untuk belajar yang efektif akan mengarahkan pandangan siswa bahwa perangkat ini bukan hanya sebagai alat komunikasi atau bermain game, tetapi juga bisa digunakan untuk belajar dan meningkatkan produktivitas. Terlebih saat ini sudah ada banyak konten atau aplikasi yang mendukung kegiatan belajar.

Baca juga: Aplikasi Android Gratis untuk Belajar Bahas Asing

3. Tablet

gadget untuk pendidikan

Pengganti buku, itulah fungsi utama tablet yang bisa dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Bentuknya yang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar membuatnya pas untuk dibawa ke mana-mana oleh siswa. Karena itu, tablet memungkinkan mereka belajar di mana saja dan kapan saja.

EVERCOSS pun punya komitmen mendukung dunia pendidikan nasional melalui tablet Winner Tab S3. Tablet ukuran 7 inci ini sangat pas untuk dibawa ke sekolah. Spesifikasinya ditopang oleh prosesor Intel Atom X3 empat inti 1 GHz, ditambah dengan RAM 1 GB yang memungkinkan EVers melakukan multi tasking, serta memori internal 8 GB yang bisa diekspansi dengan MicroSD 32 GB. Semua itu berjalan dengan sistem operasi Android 5.1 (Lollipop). Aktivitas digital juga akan semakin nyaman dengan Winner Tab S3 karena tablet ini telah mendukung jaringan 3.5G sehingga bisa dimanfaatkan untuk berselancar internet secara cepat.

Keunggulan tablet ini dalam dunia pendidikan juga semakin terlihat jelas karena dibekali dengan aplikasi ECBook. Aplikasi ECBook yang dikembangkan EVERCOSS menyediakan koleksi buku cetak sekolah tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK. Semuanya bisa diunduh gratis dan terverifikasi sesuai kurikulum dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Setelah mengunduh buku yang diperlukan, pelajar bisa menyimpannya dalam menu “Rak Buku.” Di sini EVers akan melihat susunan buku secara rapi berdasarkan kategori mata pelajaran. Pendataan buku digital yang ada di ECBook juga memberi informasi soal pengarang, penerbit, dan tanggal terbit. Jadi, jika buku yang ada dalam ECBook ini sama seperti buku cetak di sekolah EVers, buat apa membeli buku cetak lagi?

Baca juga: EVERCOSS Winner Tab S3, Tablet Cerdas yang Ramah Keluarga

4. Pena Digital

gadget untuk pendidikan

Setelah tablet menggantikan buku cetak, kini saatnya mengganti pensil atau pulpen dengan pena digital atau populer disebut stylus. EVers dapat memanfaatkan stylus ini untuk menulis atau menggambar di layar tablet, layaknya pulpen di atas kertas.

Stylus merupakan aksesori yang biasanya didesain menyerupai bentuk pensil atau pulpen. Seiring perkembangan teknologi, teknologi stylus terus dikembangkan sehingga ia bisa membuat garis yang tipis dan tebal berdasarkan tekanan saat menulis. Aplikasi-aplikasi untuk “jodoh” stylus pun sudah makin banyak, bahkan ada aplikasi yang sengaja dirancang untuk kegiatan menggambar dengan stylus.

Kebetulan, stylus adalah perangkat yang tepat untuk disandingkan dengan tablet EVERCOSS Winner Tab S3 yang di dalamnya sudah terdapat aplikasi ECBook. Karena, ECBook punya fitur edit yang memungkinkan kamu memberi coretan, memberi tanda seperti stabilo, sampai menambahkan teks pada sebuah halaman.

Perpaduan stylus dengan tablet Winner Tab S3 dan ECBook jelas akan memberi pengalaman belajar baru, tanpa harus kehilangan sensasi mencatat hal-hal penting yang kelak berguna untuk mengulang pelajaran.

Baca juga: Tutorial Memaksimalkan Seluruh Fitur ECBook

EVers tentu bertanya, berapa dana yang dibutuhkan untuk membeli perangkat yang mendukung kegiatan belajar ini? Tak perlu khawatir, karena faktanya sekarang harga perangkat keras industri komputer cenderung turun dari waktu ke waktu. Ditambah lagi perangkat-perangkat di atas bisa memangkas biaya untuk cetak dokumen di atas kertas.

Jadi, segera manfaatkan perangkat teknologi untuk memudahkanmu memelajari berbagai pengetahuan, dan yang tak kalah penting, mari jadikan belajar sebagai hal yang menyenangkan.


Baca Juga: Buku Pelajaran di Aplikasi ECBook Selalu Diperbarui Sesuai Kurikulum Terkini

Share This:

1 Comment

  1. Memadukan headset biasa dengan video tutorial yang di-play di andorid sepertinya yang paling umum untuk belajar secara visual, mudah dan dapat dilakukan di mana saja. Ini lebih disukai dari pada membaca buku yang kadang ilustrasinya memang kurang.

    Meski demikian aplikasi buku digital seperti EC Book tetap sangat penting karena kapasitas ebook yang bisa tersimpan di smartphone lebih banyak dari pada video.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

© 2020 Evercoss Blog

Theme by Anders NorenUp ↑