Pengembang (developer) asal Indonesia sudah banyak menghasilkan game untuk ponsel pintar (smartphone) Android yang dikenal di seluruh dunia. Tidak jarang game tersebut menduduki peringkat teratas dengan jumlah unduhan terbanyak di toko aplikasi Google Play Store. Berikut EVERCOSS sajikan 5 pengembang anak bangsa terbaik yang wajib EVers ketahui.

1. Alegrium

 

developer anak bangsa

Alegrium didirikan pada tahun 2011 oleh empat orang, yaitu Yan Gunawan, Stefan Damasena, Raygen dan Indra Budiman. Mereka berempat memutuskan bahwa kebahagiaan menjadi nilai yang mendasari bisnis mereka ini. Hal ini terlihat pada kartu nama mereka di mana Stefan menuliskan pekerjaannya sebagai sorcerer, Yan sebagai rock star dan salah satu desainer mereka David Kurniawan menyebut dirinya sebagai Jedi dari film Star Wars.

Salah satu aplikasi buah karya Alegrium yang pernah EVers dengar adalah Icon Pop Quiz. Game dengan lebih dari 10 juta unduhan. Selain itu, Alegrium juga merilis beberapa aplikasi lainnya seperti Rob n Roll, Billionaire dan Icon Pop Brand.

2. Touchten

 

developer anak bangsa

Anton Soeharyo mendirikan Touchten pada tahun 2009. Semenjak saat itu, Touchten telah mendapatkan tiga kali pendanaan dari venture capital lokal IdeoSource, UOB Singapore dan terakhir dari Gree (Jepang). Keberhasilan Touchten mendapatkan pendanaan tidak lepas dari beberapa aplikasi yang melambungkan namanya antara lain Ramen Chain dan Infinite Sky.

Touchten bekerja sama dengan 9GAG dalam game Redhead Redemption yang merupakan remake dari game Cute Kill yang dirilis pada tahun 2013 lalu. Touchten juga bekerja sama dengan vendor-vendor seperti H&M, Starbucks dan Zalora dengan lebih dari 60.000 penawaran yang telah digunakan oleh penggunanya.

3. Toge Production

 

developer anak bangsa

Sekilas nama Toge Production terkesan nyeleneh. Tapi jangan salah, Toge Production adalah pengembang game Infectonator yang telah diunduh sebanyak lebih dari 500.000 kali dengan nilai ulasan antara 4,5 sampai 5 poin.

Sempat mengalami beratnya menjadi pengembang game, dan sampai harus bekerja dari dalam garasi karena diusir dari rumah, tidak melunturkan semangat kerja para pendirinya yaitu, Sudarmin Then dan Kris Antoni. Selain game untuk ponsel pintar Android, Toge Production juga telah merilis game untuk PC yang diberi nama Infectonator: Survivor.

4. Kidalang

 

developer anak bangsa

Dalang berarti penggerak boneka, sedangkan Ki adalah panggilan yang biasanya disematkan pada seorang dalang. Seorang dalang menghibur dengan menceritakan kisah-kisah menarik. Dengan pengertian ini, bukan hal yang mengagetkan bahwa aplikasi yang dibuat oleh pengembang Kidalang berbentuk sebuah cerita petualangan dengan kisah yang epik.

Sage Fusion dan sekuelnya Sage Fusion 2 yang memenangkan Tizen App Challenge pada tahun 2014 adalah prestasi mengagumkan yang Kidalang torehkan. Sage Fusion 2 sendiri meraih penghargaan untuk kategori 10 aplikasi berbasis HTML5 terbaik dalam Tizen App Challenge.

5. Tinker Games

 

developer anak bangsa

Aplikasi game INheritage: Boundary of Existence adalah game yang menjadikan pengembang asal kota Bandung menjadi terkenal. Walaupun game ini memiliki banyak aspek berciri khas Indonesia, namun negara lain seperti Jepang memberikan respon yang baik terhadap game ini. Hal ini terbukti dari kerja samanya dengan Kakehasi Games yang menjadikan INheritage lebih familier bagi masyarakat Jepang.

Tinker Games juga menjadi salah satu pengembang yang berhasil menggalang dana lebih dari US$ 50.000 untuk mengerjakan proyek game Pale Blue. Sayangnya saat ini game Pale Blue hanya tersedia untuk PC.

(Sumber gambar: Swa, Tech in Asia Indonesia, dan Trenologi)

Baca juga: 5 Tips Bermain Clash of Clans untuk Pemula

Share This: